Cara Mengatasi Hipersomnia

HipersomniaHipersomnia – Penyakit insomnia atau gejala kesulitan tidur sudah jamak dikenal di masyarakat. Berbeda halnya dengan penyakit hipersomnia yang masih agak asing di telinga sebagian besar masyarakat umum.

Hipersomnia adalah merupakan salah satu kelainan tidur yang ditandai rasa kantuk yang berlebihan, sehingga seringkali si penderita membutuhkan waktu tidur yang lebih lama dari orang normal. Penderita hipersomnia bisa tidur lebih dari 10 jam di malam hari dan ketika sudah tidur akan sulit sekali membangunkannya. Akibat gangguan hipersomnia ini ada pula yang menyebabkan penderita merasa ngantuk berlebihan di siang hari. Menurut data dari American Sleep Association sekitar 1% penderita hipersomnia ini diderita oleh perempuan.

Gangguan hipersomnia di sebabkan oleh kurangnya jam tidur karena dari pola perilaku yang tidak teratur. Biasanya mereka yang mempunyai jam kerja yang berlebihan hingga larut malam. Pekerja yang bekerja pada shift malam dapat menyebabkan hipersomnia akibat gangguan ritme sirkadian, yakni siklus 24 jam dalam proses fisiologis manusia. Jam tidur yang kurang pada malam hari akan menyebabkan serangan rasa kantuk di siang hari. Hal ini bisa juga menyebabkan tidur berlebihan pada keesokan malamnya.

Pemicu lain timbulnya gangguan hipersomnia ini antara lain faktor suasana lingkungan yang bising atau perubahan cuaca yang kadang cukup ekstrem juga dapat menjadi salah satu menjadi faktor penyebabnya. Disamping kedua faktor tersebut, hipersomnia ternyata juga dapat disebabkan karena faktor genetika, selain tentunya karena faktor medis. Faktor medis ini misalnya akibat sering mengkonsumsi antihistamin, pil tidur, dan obat penenang.

Kondisi seperti ini juga biasa dialami oleh mereka yang suka mengkonsumsi alkohol dan kafein yang mengganggu siklus tidur. Kemudian juga beberapa penyakit medis seperti epilepsi, sering sakit kepala, dan depresi menyebabkan orang lebih rentan terserang hipersomnia.

Efek yang biasa sering ditimbulkan oleh hipersomnia antara lain tubuh penderita akan merasa lelah sepanjang hari. Penderita hipersomnia merasakan kantuk yang hebat dan membutuhkan waktu tidur pada siang hari. Selain itu dapat mempengaruhi konsentrasi dan kelemahan berfikir. Penderita hipersomnia disarankan tidak membawa kendaraan bermotor karena beresiko meningkatkan kecelakaan.

Institut Gangguan Neurological dan Stroke Nasional Amerika mengatakan bahwa ada dua cara pengobatan bagi mereka yang menderita hipersomnia yakni :

1. Mengkonsumsi obat-obatan.

Ada beberapa macam obat yang dapat digunakan untuk mengatasi gangguan hipersomnia ini, antara lain mengkonsumsi stimulan seperti modafinil, amfetamin, atau methylphenidate untuk meringankan gejalanya.

2. Mengubah pola hidup.

Selain penggunaan obat-obatan, penderita hipersomnia disarankan melakukan perubahan pola hidup sehari-hari. Misalnya kebiasaan minum alkohol dan kafein pada waktu malam hari menjelang tidur. Jika harus bekerja lembur sebaiknya mengurangi gangguan ketika dikamar tidur dengan tidak menimbulkan kebisingan. Kemudian juga bisa dengan mengatur jadwal tidur yang teratur agar tidur bisa lebih terkontrol.

Cara Mengatasi Hipersomnia | 543pul | 4.5